Tidore, Maluku Utara – Penangkapan seorang warga negara China yang diduga menyelundupkan nikel melalui Bandara Milik PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) mengungkap adanya celah keamanan di kawasan industri strategis tersebut. Peristiwa ini memicu perhatian publik, terutama karena bandara berada di dalam area industri yang dijaga ketat.
Kronologi Penangkapan di Bandara PT IWIP
Penangkapan terjadi ketika petugas bandara melakukan pemeriksaan rutin terhadap barang bawaan penumpang. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan nikel dalam jumlah signifikan yang diduga hendak dibawa keluar tanpa izin resmi. Pelaku, warga negara China berinisial LZ, langsung diamankan oleh pihak keamanan internal IWIP dan diserahkan kepada aparat kepolisian setempat untuk penyelidikan lebih lanjut.
Modus Penyelundupan yang Terungkap
Menurut sumber internal, pelaku memanfaatkan akses terbatas di kawasan industri untuk menghindari pemeriksaan berlapis. Barang bukti nikel tersebut disamarkan dalam beberapa paket khusus yang diperkirakan akan dibawa ke luar negeri melalui jalur penerbangan internal IWIP. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa pelaku telah memahami pola keamanan yang berlaku di bandara perusahaan.
Celah Keamanan Bandara Mulai Disorot
Insiden ini langsung menyoroti kelemahan pada sistem pengawasan bandara milik PT IWIP. Meski bandara tersebut berada dalam kawasan industri dengan akses tertutup, kejadian ini membuktikan bahwa penyelundupan masih mungkin terjadi. Pihak kepolisian menyatakan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan, termasuk koordinasi antara petugas bandara dan aparat negara.
Respons IWIP dan Pihak Kepolisian
Manajemen PT IWIP menyampaikan bahwa mereka mendukung proses hukum dan siap memperkuat sistem pengamanan. Sementara itu, kepolisian Maluku Utara tengah melakukan pendalaman, termasuk kemungkinan adanya jaringan penyelundupan yang lebih besar. Pemeriksaan juga mencakup dugaan keterlibatan pihak internal perusahaan yang mempermudah akses pelaku.
Dampak bagi Pengawasan Sumber Daya Alam
Kasus ini menambah daftar panjang upaya penyelundupan sumber daya alam Indonesia, terutama nikel yang memiliki nilai strategis dalam industri baterai dan kendaraan listrik. Pemerintah daerah menegaskan bahwa pengawasan harus diperketat untuk mencegah kerugian negara dan menjaga reputasi industri tambang nasional.


