Hujan Lebat Sebabkan Sungai Meluap
Banjir Pasuruan kembali melanda beberapa kecamatan setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis sore. Derasnya curah hujan membuat sejumlah sungai meluap, terutama Sungai Rejoso dan Sungai Kedawung, sehingga air dengan cepat menggenangi permukiman warga. Ketinggian air bervariasi mulai 30 hingga 70 sentimeter.
Wilayah Paling Terdampak
BPBD Kabupaten Pasuruan melaporkan bahwa kecamatan Winongan, Grati, dan Rejoso menjadi area paling terdampak banjir kali ini. Di Kecamatan Grati, genangan mencapai 70 cm, terutama di Dusun Kebrukan. Sementara itu, beberapa desa di Winongan seperti Winongan Lor dan Bandaran juga terendam air hingga setinggi lutut orang dewasa.
Aktivitas Warga Terganggu
Akibat banjir tersebut, aktivitas warga terhenti sejak pagi hari. Banyak warga tidak dapat berangkat bekerja karena akses jalan utama terendam air. Beberapa sekolah juga memilih menghentikan kegiatan belajar mengajar demi menjaga keselamatan siswa. Selain itu, sejumlah rumah mengalami kerusakan ringan akibat air yang masuk ke dalam hunian.
BPBD Lakukan Evakuasi dan Penanganan Darurat

Tim BPBD Kabupaten Pasuruan bersama relawan segera diterjunkan untuk menangani banjir. Mereka menyiapkan posko sementara, melakukan evakuasi warga lanjut usia, serta membagikan bantuan kedaruratan seperti makanan siap saji dan selimut. Meski demikian, sebagian warga memilih bertahan di rumah sambil menunggu air surut.
Penyebab Banjir Masih Dikaji
BPBD menyebut ada beberapa faktor pemicu banjir, mulai dari curah hujan tinggi, kondisi geografis dataran rendah, hingga sedimentasi sungai yang belum sepenuhnya tertangani. Pemerintah daerah akan melakukan kajian lanjutan untuk menentukan langkah penanganan banjir jangka panjang agar kejadian serupa dapat diminimalkan ke depannya.
Imbauan untuk Tetap Waspada
Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat cuaca ekstrem masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga yang tinggal di wilayah bantaran sungai diminta memantau kondisi air secara berkala, serta segera melapor kepada aparat desa jika terjadi kenaikan debit air.

