Bulan Purnama Desember 2025 Hiasi Langit, Fenomena “Cold Moon” Siap Memikat Warga

Fenomena Langit di Akhir Tahun

Bulan purnama Desember atau yang dikenal sebagai Cold Moon diprediksi akan muncul dengan puncak cahaya paling terang pada pertengahan bulan. Fenomena ini selalu dinantikan karena menjadi penanda berakhirnya tahun sekaligus menutup rangkaian bulan purnama 2025. Masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dapat melihatnya tanpa menggunakan alat bantu khusus.

Puncak Cahaya yang Lebih Terang

Menurut penjelasan dari sejumlah pengamat astronomi, Cold Moon tahun ini diperkirakan memiliki tingkat kecerahan lebih tinggi dibanding bulan purnama sebelumnya. Hal ini terjadi karena posisi Bulan yang sedikit lebih dekat dengan Bumi pada fase puncaknya. Oleh karena itu, malam akan tampak lebih terang dan cocok untuk menikmati pemandangan langit.

Waktu Terbaik untuk Menyaksikan

Untuk mendapatkan tampilan terbaik, masyarakat disarankan melihat Bulan mulai pukul 19.00 hingga tengah malam. Selain itu, cuaca yang cerah akan sangat membantu. Di wilayah pesisir dan dataran tinggi, peluang mendapatkan pemandangan Cold Moon tanpa hambatan awan cukup besar.

Makna di Balik Julukan “Cold Moon”

Bulan purnama Desember disebut Cold Moon karena bertepatan dengan musim dingin di belahan Bumi utara. Meskipun Indonesia tidak mengalami musim salju, nama tersebut tetap digunakan secara internasional untuk menandai bulan purnama terakhir dalam satu tahun kalender.

Momen untuk Aktivitas Fotografi

Fenomena ini juga menjadi kesempatan emas bagi pecinta fotografi langit. Cahaya bulan yang kuat dapat memberikan efek dramatis pada pemotretan malam. Banyak komunitas astronomi dan fotografi di berbagai kota bahkan berencana mengadakan sesi observasi bersama.

Penutup Tahun dengan Keindahan Langit

Dengan kemunculan Cold Moon, masyarakat dapat menikmati keindahan langit malam sekaligus merayakan momen akhir tahun. Fenomena ini juga diharapkan menjadi pengingat akan keindahan alam semesta yang selalu hadir setiap bulan.