Bupati Aceh Selatan Umrah di Tengah Bencana, Publik Ramai Soroti Keputusan Sang Bupati

Kepergian di Tengah Krisis Memicu Sorotan

Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, menjadi sorotan publik setelah berangkat umrah ke Tanah Suci saat wilayahnya masih dilanda banjir dan longsor. Sementara itu, ribuan warga di beberapa kecamatan sedang berjuang menghadapi dampak bencana yang merusak rumah serta akses jalan. Keputusan tersebut kemudian memicu perdebatan mengenai prioritas kepemimpinan di masa krisis.

Kronologi Sebelum Keberangkatan

Hanya dua hari sebelum berangkat umrah, Mirwan menandatangani surat resmi yang menyatakan bahwa Pemkab Aceh Selatan tidak sanggup menangani bencana tanpa dukungan pemerintah provinsi. Akibatnya, surat tersebut menjadi dasar permohonan bantuan tambahan untuk penanganan banjir dan longsor di 11 kecamatan. Tak lama setelah itu, foto Mirwan di Tanah Suci beredar luas di media sosial dan memicu gelombang kritik.

Foto Viral Picu Reaksi Beragam

Unggahan biro perjalanan umrah yang memperlihatkan Mirwan bersama istri langsung viral. Selain itu, komentar warga yang merasa kecewa semakin memanas karena sebagian wilayah masih terputus akibat longsor. Di sisi lain, beberapa warga berpendapat bahwa perjalanan ibadah merupakan urusan pribadi dan tidak seharusnya dipersoalkan apabila penanganan bencana tetap berjalan.

Pemkab Berikan Klarifikasi Resmi

Menanggapi kritikan tersebut, pihak Pemkab Aceh Selatan memberikan klarifikasi bahwa Mirwan sudah meninjau lokasi banjir sebelum berangkat. Menurut mereka, situasi di lapangan dinilai sudah stabil dan tim penanganan bencana tetap bekerja seperti biasa. Meski demikian, penjelasan itu tidak sepenuhnya meredam kritik dari masyarakat.

Respons Publik yang Makin Menguat

Banyak aktivis dan tokoh masyarakat menilai keputusan berangkat umrah tersebut tidak menunjukkan empati terhadap warga terdampak bencana. Bahkan, sejumlah komentar menyinggung soal tanggung jawab moral pemimpin daerah ketika warganya menghadapi kesulitan. Namun demikian, sebagian lainnya memahami bahwa perjalanan ibadah sudah dijadwalkan sebelum bencana terjadi.

Situasi Penanganan Bencana di Lapangan

Hingga kini, tim BPBD dan relawan masih terus menyalurkan bantuan ke wilayah yang terisolasi. Selain itu, pemerintah provinsi sudah mengirimkan dukungan logistik dan alat berat untuk membuka akses yang tertutup material longsor. Ke depan, warga berharap pemerintah tetap fokus memprioritaskan pemulihan pascabencana meski polemik mengenai keberangkatan umrah tetap bergulir.